Mungkin salah satu bentuk hal yg menimbulkan banyak problem saat ini, adalah soal bagaimana cara membeli sesuatu.
 
Untuk membeli sesuatu yg kita inginkan,
jika zaman dulu kita diajari untuk menabung,
maka zaman sekarang kita diajari untuk kredit.
 
Orang-orang diajari kemudahan berhutang.
Padahal, hutang itu candu.
 
Mudahnya berhutang juga berefek pada menjamurnya riba.
“Sini saya hutangi, tapi kembalinya nambah ya…”
 
Manusia lupa sisi lain dari hutang.
 
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah menolak menyholati jenazah karena jenazah tersebut punya hutang sebesar 3 dinar.
 
Lalu hadits lain,
Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ
“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang.” (HR. Muslim no. 1886)
 
Jangan bermudah-mudahan hutang, bila tak sanggup menahan beratnya kosekuensinya.
 
Semoga kita dilindungi dari sifat2 mudah berhutang.
 
~Abu Halim Aslam
blog.syukr.com